Thursday, August 30, 2018

Bagaimana Cara mengembangkan Kemampuan Fotografi Kamera analog

       Bila sobat sudah menguasi dasar-dasar fotografi kamera analog, seperti framing, mengatur exposure, shooting dan mengambil sebuah foto, kini saatnya mengembangkan kemampuan fotografi kamera analog sobat. Cobalah untuk membuat foto-foto yang lebih menakjubkan bukan hanya memotret saat sobat liburan, hewan peliharaan atau mungkin anak-anak sobat. Mungkin berangkat dari hobi, hasil jepretan sobat suatu hari nanti bisa mendapatkan apresiasi dari masyarakat luas dan menjadikan hobi sobat mendatangkan keuntungan. Berikut ini kita belajar bersama-sama bagaimana cara mengembangkan kemampuan fotografi kamera analog.

  • Hal pertama yang perlu sobat siapkan tentunya adalah senjata, kamera analog yang menurut sobat bisa menunjang untuk mengembangkan kemampuan fotografi sobat. Paling tidak sobat harus memiliki satu atau dua kamera analog. Sobat bisa meminjamnya dari teman, peninggalan ayah atau membelinya. 
  • Kedua, bila kita merasa belum cukup ilmu dasar-dasar fotografi, pelajari kembali dari berbagai sumber. Sobat bisa membacanya dari buku-buku tentang fotografi, majalah, berguru kepada teman atau fotografer profesional. Coba terus asah kemampuan kita dalam menempatkan suatu objek di frame (framing), kemampuan membaca situasi pencahayaan dan cara kerja atau fungsi dari mode-mode kamera analog sobat.
  • Ketiga, temukan tempat atau waktu yang tepat untuk menghasilkan sebuah karya fotografi yang hebat. Di sinilah perbedaan kamera analog dengan digital. Pada kemera analog kita tidak bisa sembarangan dalam mengambil gambar atau tidak asal jepret. Hal ini juga dikarenakan media film yang digunakan kamera analog jumlahnya sangat minim dan rentan kebakar. Belum lagi selanjutnya kita harus mencucinya yang mana belum tentu jadi semuanya. Berbeda dengan digital, sobat bisa langsung hapus atau melakukan editing bila gambar yang dihasilkan kurang baik. Hematlah film sobat untuk situasi dan waktu yang tepat untuk memulai menghasilkan karya fotografi yang hebat. Sesering mungkin bawa kemana-mana kamera sobat dan perhatikan sekeliling sobat bila sobat belum memiliki ide mau foto apa.
  • Keempat, bila sobat sudah memiliki ide mau foto apa atau mau dimana dan seperti apa, sobat bisa langsung mempersiapkannya. Misal sobat memiliki ide untuk foto seorang model, persiapkan apa-apa saja yang menjadi kebutuhan untuk memulai memfoto model. Apakah indoor atau outdoor. Sebaliknya bila tidak memiliki ide, kita bisa mencarinya sendiri. Misal sobat pergi ke alam, pinggir jalan, pasar, ke mall atau ke museum. Selalu persiapkan kamera analog sobat untuk momen-momen tertentu.
  • Kelima, Jangan hanya memperhatikan objek yang ingin kita foto. Sebaliknya, sobat juga harus memperhatikan faktor-faktor tertentu yang bisa membuat hasil fotografi kita hebat. Sobat bisa memperhatikan warna-warna di sekitar objek atau sobat bisa memakai film hitam-putih. Sobat juga bisa bermain dengan cahaya. Sobat bisa foto sebuah bayangan, backlight, seluit, cahaya yang menembus suatu benda. Banyak orang sengaja datang ke suatu tempat hanya untuk mencari waktu yang tepat untuk menghasilkan gambar atau biasa disebut golden momen. Misalkan ada yang sengaja datang ke atas bukit/gunung untuk sunset atau sunrise, atau ke pantai pada siang hari dimana banyak orang sedang bermain. Bila objeknya adalah manusia atau hewan, lihatlah ekspresi mereka, emosi atau gestur. Bila objeknya benda atau tumbuhan, sobat bisa melihat teksturnya, bentuknya atau paternnya. Sobat juga bisa berkreasi dengan membuat suatu kontras. Misal foto bulan purnama dimana bulan bulat bewarna putih dan langit hitam seakan-akan dekat dengan kita. Intinya adalah sobat jangan hanya memperhatikan objeknya tapi sobat juga harus melihat faktor-faktor yang mendukung objek tersebut agar menjadi karya fotografi yang hebat.
  • Keenam, temukan posisi yang tepat antara sobat/fotografer dengan objek yang ingin difoto atau biasa disebut angle. Misal sobat bisa sedekat mungkin dengan objek sambil berdiri, tengkurap, jongkok dan lain sebagainya. Cobalah angle yang berbeda dari berbagai sudut.
  • Ketujuh, tunjukkan hasil jepretan sobat kepada orang lain dan minta masukkan atau kritik yang membangun. Usahakan orang tersebut tahu fotografi, seorang fotografer profesional atau sesama penghobi fotografi. 
  • Kedelapan, pelajarilah hasil karya fotografer-fotografer profesional baik dalam dan luar negri. Atau sobat bisa berkunjung ke pameran fotografi dan lihat apa yang membuat hasik karya mereka diapresiasi banyak orang. 
  • Terakhir, cobalah sobat sharing hasil karya fotografi sobat ke berbagai media sosial, atau sobat bisa mengikuti lomba fotografi, selain bila menang dapat rewardnya dan nama sobat pun bisa tambah dikenal banyak orang. Sobat juga bisa menjadi kontributor majalah atau konten tertentu dan pelajari feedbacknya.  
Semoga bermanfaat dan silahkan bila sobat ingin menambahkan atau berdiskusi berbagi ilmu juga pengalaman. 

2 comments:

  1. mas bekti saya baru tertarik ingin mempelajari kamera analog, benar2 mulai dari nol, saya mau nanya mas,saya mau beli kamera konica C35, namun kokangannya jika dikokang malah langsung mengambil gambar dan tombol jepretnya mati sama ada fujica 35fs overall baik. solusi yg tepat apa mas? makasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Trims sudah mampir mas Isa Drofa. Kamera analog biasanya setelah dikokang harus dijepret dulu tombol releasenya baru mengambil gambar. Atau apakah ketika dicoba sedang menggunakan selftimer. Namun bila memang kondisinya demikian, lebih baik ambil saja yang normal. Semoga membantu

      Delete