Wednesday, September 23, 2015

Alasan Menggunakan Kamera Rangefinder (RF): Pilih Kamera SLR atau Rangefinder (RF)???

       Apa kabar sobat semua. Syukur, sepertinya tulisan admin berguna bagi para pecinta kamera analog dan sejenisnya. Memang selain untuk jualan, blog ini juga memiliki misi untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam soal kamera-kamera tua, terutama buat pemula. Untuk yang sudah komen dan memberikan kritk, admin sangat berterimakasih karena sangat membangun dan berbagi wawasan. Dan untuk yang request, sabar ya perlahan-lahan admin pasti ulas permintaannya. Kali ini admin masih akan mengulas mengenai kamera SLR 35mm VS kamera Rangefinder (RF) 35mm. Terutama admin akan lebih memfokuskan pada kamera Rangefinder (RF) 35mm, karena akhir-akhir ini banyak yang request soal kamera jenis ini. Untuk yang request SLR 120mm dan Rangefinder 120mm, admin akan mengulasnya nanti di bagian format film. Tulisan ini bukan bermaksud untuk membanding-bandingkan jenis kamera analog. Setiap orang memiliki kesukaan dan kebutuhan masing-masing dalam memotret. Di sini admin hanya mencoba untuk mengulas kelebihan daan kekurangannya. Selebihnya biar sobat yang menentukan.

     Seperti sobat semua tahu bahwa kamera jenis 35mm dari awal kemunculannya perlahan berevolusi bertahun-tahun dan berubah menjadi sebuah perangkat optik-elektronik yang kompleks. Dari kamera 35mm yang full manual, electronic automatic exposure sampai automatic focus circuity. Memang demikian sobat, kamera 35mm didesain untuk: "menyediakan kenyamanan maksimal dalam pengambilan gambar".


Pada dasarnya terdapat 2 jenis konsep kamera 35mm yang ada di pasaran:
  1. SLR (Single Lens Reflex). Kamera jenis ini sangat mendominasi pasaran untuk kamera profesional terutama pada DSLR.
  2. Rangefinder (RF), jenis ini dapat dibagi kembali menjadi:
  • Kamera RF klasik (Konica RF, Leica M6, Bessa R dan masih banyak lagi kamera RF seperti buatan Canon, Contax, Leica, Nikon, dan Voigtlander)
  • Kamera Rangefinder dengan rangefinder elektronik (Contax G1/G2, Konica Hexar AF)
  • Kamera P&S (Kamera Point and Shoot)
Perbedaan utama antara SLR dan Rangefinder adalah scene fotografi ditampilkan, diakses dan diproses di viewfinder.

Rangefinder (RF) 35mm

       Sekarang admin akan memberikan sejarah singkat mengenai kamera jenis rangefinder 35mm. Tahukah sobat kapan pertama kali rangefinder (RF) 35mm muncul? Kamera jenis rangefinder (RF) 35mm muncul pada pertengahan tahun 1920an. Pada saat itu Oscar Barnack memperkenalkan Leica A, dimana kamera ini sekaligus menandakan era fotografi 35mm. Banyak hal yang umum bagi kita hari ini, seperti rana bidang fokus atau kartrid film, pertama kali muncul di kamera Leica. Kalau kita lihat dari tahun kemunculannya, kamera rangefinder sudah sangat tua sobat. Tapi kira-kira kenapa fotografer profesional dan amatir kini menggunakannya kembali? Sebelum kita bahas beberapa alasan fotografer memilih kamera rangefinder, terlebih dahulu admin akan mengulas sedikit tentang bagian-bagian kamera jenis rangefinder (RF) di bawah ini.

Kaca Kamera Rangefinder (RF)
   
         Hal paling mendasar yang membedakan antara kamera rangefinder dengan jenis kamera lainnya adalah kaca (mirror). Loh kok "kaca" admin? Emang kenapa kaca kamera rangefinder? Kamera jenis rangefinder berbeda dengan SLR karena secara mekanis untuk melihat dan fokus tidak melalui metering lensa (TTL), meskipun sebagian besar kamera rangefinder modern telah memiliki metering TTL. Sebaliknya, fokus pada kamera rangefinder direalisasikan melalui mekanisme pengintai (rangefinder) yang berupa penggabungan dua fokus (viewfinder dan focusing). Hal ini terdapat pada kamera rangefinder klasik dan elektronik. Rangefinder pada jenis kamera ini adalah sebuah perangkat yang menentukan jarak ke objek dengan menggunakan prinsip tringulasi, yakni teknik geometrik yang telah dikenal orang selama ratusan tahun. 


Prinsip kamera analog rangefinder

A. Beam Splitter (kaca semi-transparan)
B. Jendela pengumpulan cahaya 
C. Proyeksi Framelines/unit kompnesasi parallax
D. Proyeksi Framelines (kaca semi-transparan)
E. Pentaprisma/cermin rangefinder
F. Viewfinder
G. Frame viewfinder
H. Objek gambar statis
I. Objek gambar kedu/sekunder

         Jadi secara keseluruhan kinerja RF sangat tergantung pada jarak yang kita ambil dari kamera ke objek yang mau kita potret. Pada kamera RF dasar pengambilan jarak berasal dari jarak fisik antara beam splitter dan cermin rangefinder/pentaprisma dikalikan dengan perbesaran viewfinder. Semakin besar dasar jarak, semakin akurat kita mengambil gambar dengan RF. Diagram di atas menunjukkan desain generik dari mekanisme optikal kamera jenis RF klasik yang digunakan selama bertahun-tahun.

Bagaimana Kamera RF Bekerja?

          Beam splitter (A) dan pentaprisma/cermin rangefinder (E) membentuk dua gambar di dalam viewfinder - obejek gambar statis (H) (melalui cermin beam splitter) dan objek gambar kedua (I) (melalui pentaprisma/cermin rangefinder). Lensa pada kamera RF sangat terikat dengan pentaprism/cermin rangefinder (E) melalui moving cam yang ada di dasar lensa. Oleh karena itu ketika sobat memutar fokus, sobat akan melihat gambar sekunder bergerak melintasi viewfinder. Kemudian setelah gambar statis dan gambar sekunder kedua bertemu, sobat sekalian telah menemukan fokus pada kamera Rangefinder. Beberapa kamera RF (misal Leica M6, Konica Hexar RF, dan Bessa R) memiliki tepi gambar statis dan sekunder yang khas untuk meningkatkan akurasi fokus. Seberapa akuratkah kamera RF dalam menangkap gambar dan fokus? Jawabannya adalah tergantung lensa yang sobat-sobat pakai. Semakin panjang lensa RF yang sobat pakai, semakin kurang akurasi fokus yang sobat dapatkan. Oleh karena itu, lensa yang sebaiknya sobat pakai untuk kamera RF adalah lensa normal dan wide karena fokusnya lebih akurat.


 Fokus kontrol ketika dua optik RF bertemu

kamera analog rangefinder in focuskamera analog rangefinder out of focus 
 (Out-of-Focus)
    
  
                                                                                                                             (In-Focus)
             
        Terus gimana dengan kamera rangefinder elektronik kaya Yashica Electro 35 GSN & Yashica MG-1 admin? Rangefinder elektronik memiliki prinsip yang sedikit berbeda. Rangefinder elektronik pun menyatukan dua bayangan focusing, namun terdapat juga RF elektronik yang tidak demikian. Pada rangefinder elektronik yang tidak menyatukan dua bayangan focusing, sobat tidak akan menemukan dua gambar (fokus) yang menyatu secara bersamaan di viewfinder. Hal ini terjadi bukan karena kamera memproyeksikan/memantulkan berkas sinar (infrared/kasat mata) terhadap objek, tetapi jumlah cahaya yang dipantulkan kembalilah yang kemudian menentukan jarak dari objek melalui lensa. Tenang saja sobat, kamera rangefinder elektronik pada umumnya sudah memiliki metering berupa pengkoreksi parallax, yang biasanya berupa lampu berwarna di viewfinder. Jadi patokan untuk mengambil jarak pada RF elektronik terletak pada focusing di lensa dan metering parallax di viewfinder. Dan rata-rata kamera RF elektronik juga telah menggunakan aperture priority exposure dengan automatic shutter. Sebenarnya konsep kamera rangefinder elektronik sama seperti kamera viewfinder. Kita akan membahas lebih dalam lagi soal kamera viewfinder nanti pada tulisan lain.

Keunggulan desain dan sistem kamera rangefinder (RF)
  1. Bentuknya yang simple. Keseluruhan sistem kamera ini dapat masuk ke dalam tas pinggang kecil, dibandingkan dengan SLR yang terkadang harus pakai case atau tas khusus untuk kamera;
  2. Modelnya yang variatif dan unik;
  3. Memberikan ketenangan yang lebih kepada fotografer dalam mengambil gambar;
  4. Dapat mengambil gambar dengan cahaya seperti apapun yang tersedia ketika pemotretan;
  5. Kualitas optik yang luar biasa.
SLR VS Rangefinder

Kelebihan SLR
  • kontrol fokus dilakukan secara langsung
  • Framing yang tepat
  • Dapat mengkontrol kedalaman bidang objek (jika tersedia)
  • Pilihan lensa/filter tidak terbatas
  • Memiliki kemampuan untuk menggunakan lensa tilt/shift, makro dan lensa panjang
  • Terdapat flare check yang efisien ketika cahaya masuk 
Petimbangan SLR
  • Besar dan Berat
  • Sering menimbulkan getaran ketika mirror (kaca) ngeklik terkadang bikin fokus buyar
  • Desain Retrofocus viewfinder terkadang menjadi malapetaka ketika menggunakan lensa wide-angle
  • Kualitas optik maksimum pada f/8-11, akan tetapi untuk maksimum aperture lensa 28-80mm optiknya sering biasa-biasa saja
  • Jeda shutter cukup (tidak pendek dan cepat)
  • Viewfinder mejadi gelap dengan f/5.6 dan lensa lambat bila cahayanya kurang tepat.
Kelebihan Rangefinder
  • Compact
  • Tenang dan bebas getaran
  • Sangat terang, karena aperture tidak mempengaruhi viewfinder
  • Sangat hebat jika dikombinasikan dengan lensa wide-angle atau normal (direkomendasikan)
  •  Kualitas optik maksimum pada f/4.5-6, meskipun kita menggunakan maksimum aperture 
  • Jeda shutter yang pendek.
Pertimbangan Rangefinder
  • Jika menggunakan  lensa telephoto hanya terbatas pada 135mm atau lebih pendek
  • Biasanya bila fotografer makro pakai RF bisa jadi canggung
  • Memungkinkan kesalahan paralaks pada saat focusing closed-up
  • Kontrol kedalaman bidang objek belum sempurna
  • Kontrol fokus yang tidak langsung
  • Polarizer tidak dapat digunakan tanpa hambatan utama
  • Terdapat potensi ketidaksesuaian antara lensa flare vs rangefinder

Bedakan Sistem Rangefinder dengan SLR

         Dengan demikian sobat, antara rangefinder dengan SLR memiliki keunikan masing-masing dalam sistem kerjanya. Sobat tidak bisa menyamakan sistem kerja RF dan SLR, walaupun beberapa hal memiliki kesamaan. Misal perbedaanya, pada RF kebanyakan menggunakan sistem metering berupa selenium cell dan cds yang terpisah dari lensa. Hal tersebut sangat tergantung dari jumlah cahaya yang masuk ke sistem meteringnya. Oleh karena itu, kondisi cahaya sangat menentukan dalam penggunaan aperture, ASA dan shutter speed. Pada SLR, pembacaan metering didapat dari sensor yang ada di kamera melalui lensa. Sebelum cahaya masuk ke sensor, ia terlebih dahulu diolah di dalam lensa. Oleh sebab itu, metering SLR pun tergantung pada lensa yang digunakan. Berapa stop down dan FL maksimal dari lensanya juga menentukan pembacaan metering.

 Jadi Kenapa Harus Rangefinder???

       Jawabannya sangat sederhan. Karena tidak adanya cermin (mirror), memberikan kamera Jenis RF keunggulan besar atas SLR.  Lihatlah urutan operasional di Kamera RF setelah tombol shutter tertekan: 
1. Shutter dilepas dan frame film akan terkena cahaya yang datang melalui lensa;
2 And That's all.

29 comments:

  1. Bagus materi mas, jd tambah ilmu. Tulis juga dong, Tips trik untk kamera RF. Hasil RF emang bagus , cuma d focus nya yg agak susah.

    ReplyDelete
  2. Terimakasih Mas Sams Bahari atas komennya. Materi untuk RF ini belum selesai semua. Next nanti saya coba ulas soal focus kamera RF. Memang benar agak sulit mencari focusnya. Tapi kunci suksesnya sepengalaman saya adalah "ketenangan"

    ReplyDelete
  3. Mas mau nanya dong, kalo buat pemula mendingan pake kamera RF yang kaya gimana yah? Merk sama tipe apa? trimakasih.

    ReplyDelete
  4. Thanks Rahmisya sduah mampir dan komen. Sebenarnya balik lagi kepada yang mau makai kameranya, selera dan keperluannya mau apa. Tapi krna memang RF agak sulit trutama dalam mencari fokusnya, saya sih merekomendasikan lebih baik pakai RF yang elektronik dulu untuk latihan, karena biasanya RF jenis itu sudah ada paralaxnya jd meminimalisir kesalahan dalam fokus. Misal seperti Yashica electro dan MG-1. Masih banyak kok merk RF yg elektro. Semoga membantu.

    ReplyDelete
  5. Sangat membantu ulasannya, tulisannya juga mudah dimengerti, terima kasih. Tapi backgroundnya merah kurang bagus untuk baca di handphone.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Trims pak atas masukkannya. Bagusnya warna apa ya backgroundnya untuk baca via handphone?

      Delete
  6. rangefinder yang murah tapi bagus apa mas bekti? saya pengen nyari ni.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mas Purnama Putra, tergantung kesukaannya mas dan keperluannya apa. Misal mas mau pakai yg electro pakai Electro 35 GSN, yang ada manualnya pkai canonet, atau mau nyoba yang metering spotnya pakai Olympus 35 SP. Ketiga rangefinder ini menjadi andalan peengguna rangefinder karena kualitas lensanya. Taping klo mau yang modelnya klasik dan bnar-benar full manual yang lebih tua banyak dari german juga uni soviet. Di Minolta ada Hi-matic 7s yang lumayan popular pada zamannya.

      Delete
  7. Selamat malam mas, mohon bantuannya, saya pakai olympus 35 rc, barusan saya iseng untuk sekedar cek mekanik jeprat-jepret tanpa film, begitu liat viewfinder, ada gambar tambahan selain gambar statis dan gambar sekunder, katakanlah saya sedang memotret lampu, nah yang saya lihat ada tiga buah lampu pada viewfinder, saya tidak tahu yang ketiga ini apa, dia statis tapi berupa bayang,pada saat saya memutar focusing ring/mengatur jarak pengambilan ganbar tidak terjadi apapun pada gambar itu,tapi gambar sekunder dia normal bisa digerakkan untuk difokuskan dengan gambar statis. Kira-kira kenapa? padahal kemarin-kemarin tidak ada, apa itu yang disebut parallax error? Kalau benar, apa sebabnya? Apa bisa dibetulkan? Bagaimana caranya? Terimakasih banyak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo mba/mas anonymous trims udah mampir. Kalau itu bukan kesalahan paralaks. Paralaks itu lebih berhubungan dengan metering dan juga pada RF elektro. Yang terjadi pada kamera Olympus RC mas/mba adalah kemungkinan bergesernya silvered-mirror yang ada di frame line window, tempat berkumpulnya cahaya. Sehingga mengakibatkan bayangan menjadi tiga image. Jadi seperti yang sudah tertulis, kamera analog RF menggunakan teknologi trigonometri. Pertama jendela VF (kaca beam spliter statis), jendela frame line (silvered-mirror statis), dan jendela RF (kaca RF bergerak). Semua kemiringan kacanya 90 derajat untuk memantulkan cahaya. Karna sudah kemakan usia, silvered-mirror kamera mas berubah posisinya. Tapi hal tersebut tidak berpengaruh apapun. Semoga membantu.

      Delete
  8. Selam ini pake DSLR, sekrg lg pngn nyoba analog cuma blm tau kamera mana yg rekomended

    ReplyDelete
    Replies
    1. Trims udah mampir mas Muchtar Kholiq. Lebih baik disesuaikan saja mas dengan selera mas mau pakai merk apa dan tipe bgmn. Misal SLR Nikon yang full mekanik yaitu FM2 dll.

      Delete
  9. Mas bekti plisss kamera zorki 4 dungs..ada yang tahu cara pemakaiaannya gak??hehehehehe

    ReplyDelete
  10. Mas bekti, untuk kamera rangefinder untuk pemula, yang pas yang mana ya ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo mas Sachio Sulaiman trims udah mampir. Mungkin bisa menggunakan yashica electro 35 gsn. Kamera RF analog ini aperture priority, jd kita tinggal atur aperture dan ASa pada kondisi cahaya yang berbeda nanti kamera menyesuaikan speednya. Tapi kembali lagi ke mas mau pakai yang mana. Semoga membantu.

      Delete
  11. Wah makasih mas infonya sangat bermanfaat. Saya tertarik untuk beli kamera analog, tapi masih bingung pilih RF atau slr. Untuk RF saya tertarik dengan canonet G-III, kalo slr tertarik dengan yashica fx3 super 2000. Menurut mas bekti yang mana yang lebih baik?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Trims mas Iqbal Surya sudah mampir. Agak sulit mas membandingkan keduanya karena tiap kamera memiliki kelebihan masing-masing. Disesuaikan saja dengan selera dan keperluan. Yashica FX-3 super 2000 tipenya SLR, lensa bisa diganti-ganti dengan ukuran yang berbeda. Sedangkan Canonet QL17 GIII rangefinder dimana lensanya fixed, tidak bisa diganti-ganti. Cara mengambil fokusnya pun berbeda. Semoga membantu

      Delete
  12. mas saya masyarakat awam, sama sekali tidak mengerti potografi. baru-baru ini saya tertarik pada kamera analog. akhirnya saya berniat untuk membeli kamera analog. nah untuk rangefinder pengoperasian/pengambilan gambar yang mudah antara yashica elektro 35 gsn dan canonet ql17 qiii yang mana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Trims mas/mba anonymous sudah mampir. Kedua kamera analog tersebut mudah digunakan. Tinggal disesuaikan dengan selera dan kebutuhan mas/mba saja. 35 GSN untuk berfungsi semua modenya memerlukan baterai. Sedangan Canonet QL17 GIII bisa berfungsi semua tanpa baterai. Baterai hanya digunakan untuk menyalakan metering autonya saja. Semoga membantu.

      Delete
  13. Mas bekti saya mau tanya nih, saya baru aja belajar pake kamera analog (Ricoh F-3). Untuk kamera point & shoot gimana ya cara pakai film dgn ASA yg tepat? Karena di kamera saya tdk ada setelan ASA nya. Terimakasih mas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo mas Fauzi trims sudah mampir. Ricoh F3 itu sudah termasuk kamera analog point & shoot full auto. Kita tinggal masukin baterai, nyalakan flas, kokang dan kamera akan mengatur mekanisnya sendiri. Biasanya ASA film disesuaikan oleh kameranya menurut ASA film yang kita gunakan. Bila film yang dipakai ASA 100, kamera akan menyeting juga ASA 100. Semoga membantu.

      Delete
  14. Mas maaf nanya lagi. fujica ger saya kan ada paralax correctionnya, paralax itu apa mas? Cara kerja mengoreksi paralax itu gimana? Bisa dijelasin juga mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo mas Randi Ari Nugraha Siagian. Correction parallax itu adalah batas sudut pandang fokus sebuah optik lensa yang biasanya terdapat pada kamera tipe rangefinder. Pada jenis kamera analog SLR biasanya berupa exposure compensation. Pada rangefinder, parallax biasanya ada di viewfinder berupa garis bujur sangkar untuk fokus normal (juga jarak jauh) dan bujur sangkar kecil putus-putus untuk jarak lebih dekat/close up. Pada beberapa kamera seperti yashica MG-1 dan yashica electro 35,parallax berupa lampu warna merah dan orange di bagian atas viewfinde. Bila merah yang menyala biasanya lowlight dan kamera akan menyesuaikan speednya dengan jarak dan aperture yang kita pakai, begitupun sebaliknya. Parallax juga bisa berfungsi untuk framing ulang objek, tetapi perlu diingat bahwa sudut kita dari kanan, kiri, dekat dan jauh akan merubah pembacaan exposure. Semoga membantu.

      Delete
  15. Mas Bekti, saya mau tanya nih...saya punya kamera topcon wink mirror mas, kali aja mas bekti tahu...apa sih wink mirror itu sebenarnya saya masih bingung pake nya juga...cari refensi juga masih bingung mas mengartikannya...maklum dapet kamera bekas kakek saya pake dulu...thanks ya mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo mas Aries Rover trims sudah mampir. Topcon wink mirror itu termasuk kamera analog unik dari bentuknya. Diproduksi sekitar tahun 50 atau 60an. Kalau di German namanya porst Reflex. Topcon wink mirror buatan Jepang, tipe SLR 35mm. Shutter speed sampai 1/500 dan kokangan ada di sebelah kiri. Biasanya tipe kamera ini bila kita kokang, mirror/kaca posisinya akan naik dan akan turun setelah dijepret. Lensanya Mount topcon bayonet/exacta. Posisi speed, ASA dan aperture ada di lensa. Semoga membantu.

      Delete
  16. Misi mas, saya baru pertama pakai Ricoh F10, pengaturan diafragma nya ada dimana mas ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sudah dibalas via WA ya mas/mba anonymous. Semoga membantu.

      Delete
  17. Gan maaf mau tanya kalo yashika mg 1 bisa dipakai tanpa. Batrai engga ya makasih mohon responnya ��������

    ReplyDelete
    Replies
    1. Trims sudah mampir mas/mba Dhian Tri. Yashica MG-1 bisa digunakan tanpa baterai tapi speed terbatas. Untuk maksimalnya pakai baterai agar speed auto exposurenya juga main. Semoga membantu.

      Delete