Sunday, October 30, 2016

Kamera Analog Rangefinder Leica DRP Ernst Leitz Wetzlar Gold

Dijual kamera analog rangefinder yang jarang muncul Leica DRP Ernst Leitz Wetzlar Gold. DRP pada bodynya kepanjangan dari Deutsches Reichspatent, yaitu nama paten German sebelum May 1945 yang mengacu pada German paten no.384071 'Rollfilmkamera' garansi Ernst Leitz, Optische Werke di Wetzlar, 3 November 1923.

-Kondisi: Fungsi mekanis normal, fisik bisa dilihat di foto, viewfinder bersih, kokangan lancar, speed lancar, lensa bersih no fog no jamur.
-Kelengkapan: Body, lensa, lenscap asli dan case kulit asli.

Minat???

Harga: Rp. 5.000.000/belum termasuk ongkir
Hub: 085695283113 WA/Line
COD: Jakarta Timur dan Depok
Luar kota kirim via JNE

bagian depan leica drp

bagian atas leica drp

bagian belakang atas leica drp

bagian bawah leica drp

Saturday, October 29, 2016

Kamera Analog Stereo Nimslo 3D dan Nimstec 3D

SOLD OUT
Ready Nimstec 3D

Dijual kamera analog Nimslo 3D produksi tahun 1980, aslinya made in Nimstec USA tapi sekarang sudah pabrikasi Sunpak, Japan. Uniknya kamera ini memiliki 4 buah lensa yang menciptakan efek stereo 3D dengan format film 135mm. Keempat lensanya berukuran 30mm f5.6 'Quadra' coated glass lens. Cocok untuk sobat yang ingin bereksperimen dan menciptakan efek-efek tertentu. Sekali jepret bisa membuat 4 buah gambar half frame, jadi dalam 24 frame 12 gambar 3D. Bila ingin membuat satu frame full 3D pun bisa.

-Kondisi: Fisik masih mulus, mekanis normal, lensa bersih, viewfinder bersih, chamber film bersih
-Kelengkapan: kamera, strap dan case asli.

Minat???
Bonus buku manual (PDF)

Harga: Nimstec Rp. 950.000 /belum ongkir
Hub: WA/Line 085695283113
COD: Jakarta Timur dan depok
Luar kota kirim via JNE

bagian depan nimslo 3d

bagian belakang nimslo 3d

bagian atas nimslo 3d

bagian bawah nimslo 3d

bagian dalam nimslo 3d

case asli nimslo 3d

Friday, October 28, 2016

Kamera Analog Rangefinder Argus C3 Tahun 1939

Dijual murah kamera analog rangefinder Argus C3 produksi tahun 1939-1966, made in Ann Arbor, Michigan, USA. Kamera ini sangat unik dan collectible. Banyak fotografer ternama dunia yang menggunakan kamera ini seperti Tony Vaccaro, tentara dan jurnalis perang pada jaman Perang Dunia II. Terdapat dua viewfinder pada bodynya, viewfinder untuk melihat objek dan viewfinder untuk rangefindernya. Kamera ini juga digunakan dalam film Harry Potter.

-Kondisi: Fisik ada bekas pemakaian, fungsi mekanis normal, lensa no fog no jamur.
-Kelengkapan: body dan lensa


Minat???

Harga: Rp.1.500.000 (nego)/belum ongkir
Hub: WA/Line 085695283113
COD: Jakarta Timur atau Depok
Luar kota kirim via JNE

bagian depan argus c3

bagian belakang argus c3

bagian samping kiri argus c3

bagian samping kanan argus c3

bagian bawah argus c3

Thursday, October 27, 2016

Film/Klise Kosong Setelah Dicuci, Kok Bisa?

     Setelah jepret dan menghabiskan berol-rol film, saatnya kita memprosesnya di lab untuk dicuci. Namun setelah dicuci dan ketika kita lihat klisenya, kok tidak muncul gambar apapun. Kenapa bisa begitu ya sobat? Perasaan sudah benar. Akhir-akhir ini banyak pertanyaan demikian yang masuk ke admin. Bagi sobat yang mengalami hal serupa, yakni ketika film diproses untuk dicuci tidak muncul gambar apapun, berikut beberapa  penyebabnya yang membuat hal tersebut terjadi. Tapi harus sobat ingat, film/klise baru akan muncul gambar setelah dicuci. Bila sobat belum mencucinya, tidak akan muncul apapun.

1. Film/klise belum benar-benar masuk ke take up spool. Pastikan benar-benar ujung film/klise masuk ke take up spool. Setelah ujung film masuk ke take up spool, sobat kokang lalu jepret, kita lakukan hal ini 1-2 Kali. Hal ini dimaksudkan agar film benar-benar mengikat di take up spool, sudah tentu hasilnya akan kebakar. Jangan lupa perhatikan rewind crank (tuas gulung film) ikut berputar ketika kita kokang. Itu menandakan film sudah benar-benar mengikat di take up spool.

2. Film sudah terpapar cahaya matahari terlebih dahulu sebelum digunakan. Seperti yang sudah pernah admin tulis sebelumnya bahwa film/klise itu dibuat agar sensitif dengan cahaya terutama cahaya matahari. Pastikan ketika ingin masukan film lakukan ditempat yang teduh/tidak langsung terpapar sinar matahari. Bisa dilakukan di dalam ruangan/indoor. Bila sobat adalah street photographer, gunakanlah changing bag untuk memasukan atau mengganti film yang baru.

3. Seal, back body dan shutter (hordeng) ada yang bolong. Pastikan seal light, bagian belakang body dan shutter (hordeng) tidak ada yang renggang, rusak atau belong. Hal tersebut bisa mengakibatkan cahaya ada yang masuk dan mengenai film.

4. Kesalahan exposure. Hal ini merupakan yang sering terjadi bila poin di atas terlewati dan sering terjadi bagi yang baru menggunakan kamera analog. Exposure adalah hasil dari perpaduan antara segitiga exposure, yakni speed, ASA dan aperture yang disesuaikan dengan kondisi cahaya ketika pemotretan. Istilah yang sering kita dengar untuk kesalahan fatal exposure yaitu 'kebakar'

5. Shutter (hordeng), mirror atau aperture yang tidak terbuka/menutup sempurna. Hal ini pun bisa menyebabkan film/klise blank setelah dicuci. Pastikan shutter/hordeng kamera analog sobat terbuka dan tertutup dengan sempurna sesuai dengan speed yang sobat pakai. Jaga agar shutter/hordeng tidak basah terkena air atau minyak karena bisa menyebabkan shutter macet. Lihat juga mirror atau kaca reflex pada body kamera, apakah turun kembali setelah dijepret atau tetap dalam posisi diatas. Lihat juga aperture lensa apakah membuka dan menutup sempurna dengan bukaan yang sobat pakai.

6. Kesalahan ketika proses pencucian. Dalam proses pencucian film/klise perlu diperhatikan bahan-bahan kimia yang digunakan dan ketika mencampurnya. Pastikan bahan-bahan kimia yang digunakan masih dalam kondisi baik atau belum basi. Selain itu juga perlu diperhitungkan timing ketika mendevelop sebuah film/klise. Hal tersebut bisa menyebabkan kegagalan dalam pencucian film.

7. Silahkan sobat teruskan berdasarkan pengalaman yang pernah sobat alami.